Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Antropometri adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia. - 3 - 2. Standar Antropometri adalah kumpulan data Anak tentang ukuran, proporsi, komposisi tubuh sebagai rujukan untuk menilai status gizi dantren pertumbuhan anak. 3.
Kelompok Umur Berat Badan (kg) Tinggi Badan (cm) Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Serat (g) Air Total Omega 3 Omega 6 (ml) Bayi /Anak 0 - 5 bulan 1 6 60 550 9 31 0.5 4.4 59 0 700 6 - 11 bulan 9 72 800 15 35 0.5 4.4 105 11 900
IMT atau Indeks Masa Tubuh merupakan alat pengukur yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan yang sehat ataupun tergolong ke dalam kategori obesitas atau kurang gizi. IMT dihitung dengan membandingkan antara berat badan seseorang dengan tinggi badan yang dimilikinya.
Berat badan kurang (Underweight) < 18,5. Berat badan normal. 18,5 - 22,9. Kelebihan berat badan (Overweight) dengan risiko. 23 - 24,9. Obesitas . 25 - 29,9. Obesitas II. ≥ 30
Berat lahir rendah menurut World Health Organization (WHO) adalah berat lahir <2500 g. Batasan 2500 g ini berdasarkan data epidemiologis bahwa bayi dengan berat <2500 g berisiko mengalami kematian 20 kali lebih besar dibanding bayi dengan berat >2500 g. Berat lahir rendah dapat terjadi akibat kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu), usia gestasi
berat badan di bawah persentil 5 dari standar tabel kenaikan berat badan. 5. Gizi Kurang adalah keadaan gizi balita yang ditandai dengan kondisi kurus, berat badan panjang menurut badan atau tinggi badan kurang dari -2 sampai dengan -3 standar deviasi, dan/atau lingkar lengan 11,5-12,5 cm pada Anak usia 6-59 bulan. -
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Anak adalah seseorang yang sampai berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. (tujuh puluh dua) bulan melalui penimbangan berat badan setiap bulan dan pengukuran tinggi badan setiap 3 (tiga) bulan serta pengukuran lingkar kepala sesuai jadwal. (2) Pemantauan
Depkes telah mengeluarkan pengertian resmi tentang obesitas dan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Dalam panduan Depkes, obesitas didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. IMT adalah rasio berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter.
KOMPAS.com - Sebuah keputusan yang diambil tidak serta merta muncul begitu saja.Terdapat proses di mana suatu keputusan akhirnya diambil. Proses tersebut dapat memakan waktu, pikiran, dan tenaga. Proses pengambilan keputusan adalah tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk membuat keputusan.. Proses pengambilan keputusan dapat terdiri dari beberapa tahapan berikut:
2.1.1. Pengertian Obesitas. tingkat berat > 27.0 (Sumber: Depkes,1994. pedoman praktis pemantauan Status Gizi orang dewasa, jakarta. hlm. 4). bermanfaat dalam mengendalikan berat badan. Contoh yang paling jelas adalah sebagai berikut, jika kita melakukan . 20
· Pertambahan berat badan pada ibu hamil. · Kondisi medis tertentu, seperti : hipotiroid, sindrom Cushing, dan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Gejala Obesitas. Penderita obesitas juga umumnya mengalami keluhan berupa: · Penumpukan lemak di tubuh, terutama di sekitar pinggang. · Mudah berkeringat · Sering mendengkur
Pengertian Kategori Berat Badan; Sangat Berat Rendah: Ekstrem BBLR: Kurang dari 1.500 gram: Berat Rendah: Moderat BBLR: 1.500 - 2.499 gram: Normal: Tidak Termasuk BBLR: 2.500 - 3.999 gram: BBLR: Kelebihan dan Kekurangan Menurut Depkes. 1. Kelebihan BBLR Menurut Depkes: Setelah mengulas pengertian BBLR menurut Depkes, dapat disimpulkan
Menurut Depkes, obesitas adalah suatu kondisi di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga berat badan melebihi batas normal. Batas normal berat badan diukur dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT).
Risiko Defisit Kalori. Untuk menurunkan berat badan, seseorang bisa mengurangi sekitar 500 kalori setiap harinya. Perlu diperhatikan agar jangan melakukan defisit kalori yang terlalu ekstrem. Jika seseorang mengkonsumsi kalori yang terlalu sedikit sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi maka bisa berisiko pada kesehatan.
Kegemukan atau obesitas merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, osteoatritis, dan masih banyak lagi. Prevalensi obesitas di Indonesia cukup tinggi yaitu menempati urutan ke-10 di dunia (The Lancet, 2014).
Gs9JAN.
pengertian berat badan menurut depkes