WilayahBiogeografi Nearktik dibagi menjadi 4 bioregion yaitu timur, barat, Meksiko Utara, dan Canadian Shield. Masing-masing bioregion ini memiliki habitat lingkungan yang berbeda dan memiliki spesies tanaman dan hewan yang beragam. Diperkirakansekitar 350.000 jenis flora dan 40.000 jenis fauna berada di Indonesia. Mereka banyak ditemukan di berbagai ekosistem di wilayah Indonesia, seperti ekosistem hutan, ekosistem padang rumput, ekosistem pantai, ekosistem darat maupun ekosistem air yang membentang 5.200 kilometer sepanjang garis katulistiwa. Berikut adalah penjelasan tentang persebaran keanekaragaman hayati di Indonesia. Dilihatdari peta di atas, hewan di Indonesia mencerminkan posisi di antara biogeografi Oriental dan Australian. Zona Oriental Zona ini tersebar di wilayah Indonesia bagian barat, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Berdasarkansejarah nusantara para pakar biogeografi membagi wilayah Indonesia menjadi tiga kawasan. Kawasan-kawasan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Kawasan Indonesia Barat. Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan termasuk ke kawasan barat. Hewan-hewan endeminya termasuk hewan daerah oriental atau asiatis. 2. Kawasan Indonesia Timur Novem. Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang berlimpah. Indonesia memiliki 25.000 jenis tumbuhan berbunga atau 10% dari jumlah tumbuhan berbunga di dunia. Untuk fauna, Indonesia memiliki 515 spesies mamalia, 781 jenis reptil, 35 jenis primata, 1592 spesies burung dan 270 amfibi. Didaerah ini juga ditemui jenis hewan lain, seperti kancil pelanduk (terdapat di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), singa, mukang (terdapat di Sumatra, dan Kalimantan), dan ikan lumba-lumba (terdapat di Kalimantan) Fauna tipe Australia, menempati bagian timur Indonesia meliputi Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. HubunganBiogeografi Indonesia dengan Fauna yang Ada di Indonesia Garis Wallace dan Weber yang membagi Indonesia menjadi 3 bagian yaitu wilayah oriental (Indonesia bagian barat), wilayah peraligan (Sulawesi dan daerah sekitarnya), wilayah Australian ( Indonesia bagian timur) yang menyebabkan fauna-fauna yang ada di Indonesia terbagi de dalam 3 kelompok berdasarkan wilayah tersebut. Ahlibiologi molekuler, mendefinisikan biogeografi sebagai pembelajaran tentang garis keturunan gen, sedangkan ahli ekologi menganggap biogeografi adalah kajian tentang ekosistem dan persebaran geografikal. Biogeografi juga dikenal sebagai pembelajaran yang terkait dengan biosfer, yang mengandung tentang alam fisik disekitar, baik tanah, hewan 37 Diantara pertanyaan berikut ini yang membedakan antara tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku adalah . a. spora tumbuhan lumut tumbuh menjadi protanema b. tumbuhan lumut sudah dapat dibedakan bagian akar, batang, dan daun, sedangkan pada tumbuhan paku belum jelas bagian akar, batang, dan daun c. pada tumbuhan lumut gametofitnya berumur lebih panjang, sedangkan pada tumbuhan paku umurnya Secaraumum, persebaran flora di Indonesia terdiri dari flora Sumatra-Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora Wallace dan flora Papua. Persebaran Fauna di Indonesia. Sekarang kita lanjut ke persebaran fauna di Indonesia, ya. Persebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok barat, kelompok tengah, dan kelompok timur. Bagaimana? Sudah lebih paham 'kan? Mulai sekarang, kalau kamu ke kebun binatang, sudah bisa dong ya mengklasifikasikan fauna yang ada di sana. PersebaranFlora di Indonesia. Menurut Kusmana dan Hikmat, (2015:187) menjelaskan istilah flora diartikan sebagai samua jenis tumbuhan yang tumbuh di suatu daerah tertentu. Apabila istilah flora ini dikaitkan dengan life-form (bentuk hidup/habitus) tumbuhan, maka akan muncul berbagai istilah seperti flora pohon (flora berbentuk pohon), flora 3Fauna di Bagian Timur Indonesia. Fauna di bagian timur Indonesia bertipe Australis yang berarti mirip dengan fauna yang dapat ditemukan di Benua Australia. Terdapat berbagai macam jenis burung yang dilindungi dan berhabitat asli di daerah timur Indonesia. Mari kita bahas lebih lanjut: a. Habitat : Kepulauan Maluku dan Papua. b. Ciri - ciri : KepulauanIndonesia merupakan tempat dua daerah biogeografi bertemu, yaitu kawasan Oriental yang kaya akan binatang mamalia dan kawasan Australia yang paling miskin akan binatang mamalia. Sesuai dengan garis Wsllsce, persebaran fauna di Indonesia terbagi menjadi wilayah barat (Oriental) dan timur (Australia) yang masing-masing ditandai oleh fauna yang khas. Jenisflora dan fauna di Indonesia tersebar dan memiliki berbagai macam keunikan yang berbeda- beda di setiap daerah. Keanekaragaman hayati di Indonesia, dibagi menjadi dua, yaitu keanekaragaman hayati flora dan keanekaragaman hayati fauna. Sebagai daerah yang berpulau- pulau dan luas, persebaran fauna dan flora di Indonesia juga terbagi berdasarkan wilayah yang ada di Indonesia. Keanekaragaman Flora di Indonesia Pendapatahli lain, seperti John dan Kathy MacKinnon (1986) serta Mackinnon dan Arta (1982) juga telah mengidentifikasi 7 jenis biogeografi utama di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa - Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku dan Papua. kFsI. Jakarta - Persebaran fauna di Indonesia dikelompokkan atas tiga wilayah, yaitu fauna Indonesia bagian barat, fauna Indonesia bagian tengah, dan fauna Indonesia bagian fauna di Indonesia memiliki batas persebaran yang tidak setegas batas persebaran flora di Indonesia. Sebab, fauna merupakan makhluk hidup yang memiliki kecenderungan melakukan migrasi atau perpindahan dibandingkan dengan fauna di Indonesia bagian barat dan tengah dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace melewati Selat Lombok dan lurus sampai ke Selat Makassar, seperti dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi untuk Kelas VII SMP oleh Mamat Ruhimat, Nana Supriatna, dan fauna Indonesia bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Region fauna Indonesia bagian barat sering disebut wilayah fauna Tanah Indonesia bagian barat disebut juga fauna jenis fauna Indonesia bagian barat antara lain sebagai berikut1. Mamalia, seperti gajah, harimau sumatra, badak bercula satu, tapir, rusa, beruang madu, banteng, kerbau, monyet, orangutan, macan, tikus, bajing, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan Reptil, seperti biaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan Burung, seperti burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang4. Berbagai macam unggas, berbagai macam serangga, serta berbagai macam ikan tawar dan pesut, yaitu sejenis lumba-lumba di Sungai Indonesia Bagian TengahWilayah fauna Indonesia bagian tengah disebut juga wilayah fauna kawasan Wallacea. Kawasan Wallacea adalah wilayah peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Wallacea terdiri atas Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan jenis fauna di kawasan Wallacea yaitu1. Mamalia, seperti anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, kuda, sapi, dan Reptil, seperti biawak, komodo, kura-kura, buaya, dan Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, dan katak Berbagai macam burung, seperti burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan jadi persebaran fauna di Indonesia bagian barat dan tengah dibatasi oleh garis Wallace. Selamat belajar, detikers! Simak Video "Main Sambil Belajar di Festival Flona Lapangan Banteng" [GambasVideo 20detik] twu/pal Indonesia kaya akan flora dan faunanya. Banyak spesies makhluk hidup tersebut yang tidak dapat ditemui di bagian dunia lain dan tergolong langka pula. Sayangnya, kelangkaan tersebut kebanyakan dikarenakan perusakan habitat oleh manusia. Berikut ini adalah 10 hewan langka yang hanya ada di Gajah dengan saudaranya yang ada di Afrika, gajah Sumatra memiliki ukuran tubuh yang lebih Badak Jawa memiliki ciri khas bertanduk kecil. Jenis ini adalah satu dari lima jenis badak lain di dunia ini. Secara genus, badak Jawa masuk dalam badak Elang endemik dari Jawa yang juga diasosiasikan sebagai lambang garuda. Ukurannya tergolong sedang dengan lebar tubuh mencapai 60 sampai 70 cm dan menjadi maskot spesies yang hampir Harimau asli Sumatra ini memiliki genetis yang unik. Menurut hasil riset, spesies hewan satu ini mampu berkembang menjadi spesies ini sebenarnya hanya dapat ditemui di hutan Borneo, Sumatra, dan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Sayangnya, hasil laporan menyebutkan jika 80 persen habitat asli mereka telah rusak selama 20 tahun ini. Baca Juga 7 Hewan yang Sering Dikira Sama dengan Hewan Lain 6. sebagai kadal terbesar di dunia yang masih hidup hingga sekarang, Komodo hanya ditemui di Pulau Komodo dan mereka merupakan puncak dari rantai makanan di Lumba-lumba pesut Lumba-lumba ini sempat dikabarkan hampir punah di 2007 dengan jumlahnya yang dapat ditemui hanya 50 hewan saja. Lumba-lumba ini hidup di sungai dan dengan habitatnya tersebut, mereka merupakan jenis lumba-lumba air Burung ini dijadikan maskot Papua karena keindahan bulunya yang penuh warna dan hampir tak pernah terlihat ada di bawah ini masuk dalam keluarga megapode atau burung berkaki besar, dan satu-satunya burung bergenus Macrocephalon. Maleo merupakan hewan endemik ini memiliki penampilan yang unik. Tampak seperti babi, namun dirinya memiliki tanduk yang sangat panjang sampai melengkung ke dalam dan itu hanya berlaku pejantannya 10 hewan langka yang hanya ada di Indonesia. Banyak dari hewan ini sudah memiliki jumlah populasi yang sedikit karena habitatnya yang telah rusak. Mari dijaga bersama lingkungan di sekitar kita. Baca Juga 8 Hewan Ini Suka Berpura-pura Menjadi Hewan Lain, Bisa Mirip Banget! Secara geografis, persebaran fauna di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga wilayah, yaitu; wilayah fauna Indonesia Barat bercorak Asia, wilayah fauna Indonesia Tengah dan wilayah fauna Indonesia Timur bercorak Australia. Di Indonesia terdapat tidak kurang dari 254 jenis amfibi, 624 jenis reptil dan 650 jenis binatang menyusui. Persebaran fauna Indonesia Barat dibatasi oleh garis Wallace, persebaran fauna Indonesia Timur dibatasi oleh garis Weber. Dengan demikian, persebaran fauna Indonesia Tengah terletak di antara kedua garis tersebut Susilawati, 201111.Peta Persebaran Fauna di IndonesiaPada ketiga wilayah persebaran fauna di Indonesia masing-masing memiliki ciri khasnya. Menurut Susilawati 201112, jika diidentifikasi masing-masing perbedaannya maka fauna di Indonesia Barat umumnya terdiri dari binatang menyusui yang berukuran besar seperti gajah, orangutan, badak, banteng, dll. berbagai jenis kera banyak terdapat di sini. Demikian halnya dengan berbagai jenis ikan air tawar. Sedangkan untuk fauna di Indonesia Timur umumnya terdiri dari binatang menyusui berukuran kecil, binatang berkantung, dan berbagai jenis burung yang beraneka warnaPerbedaan Jenis Fauna pada Tiga Wilayah di Indonesia Kelas Indonesia Bagian Barat Indonesia Bagian Tengah Indonesia Bagian Timur Mamalia Gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kukang, monyet, orangutan, macan, beruang, kijang, kancil, landak Anoa, babi rusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, kuda, sapi, banteng Kangguru, wallabi, beruang, landak, oposum layang, kuskus, kelelawar. Reptil Buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon Biawak, komodo,kurakura, buaya, ular Buaya, biawak, ular, kadal, kura-kura Amfibi Katak pohon, katak terbang, katak air Katak pohon, katak terbang, katak air Burung Burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang Burung dewata, maleo, nuri, mandar, raja udang, kakatua, merpati, angsa, rangkong Nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, namudur Ikan Air Tawar Pesut Faktor Penyebab Adanya Perbedaan Fauna di IndonesiaKeanekaragaman fauna menjadi aset utama dalam pendayagunaan fauna. Bila kekhasan dan kekhususan masing-masing komponennya dapat diungkapkan, pendayagunaan ini akan mencapai keefektifan yang tinggi. Keanekaragaman spesies fauna terjadi karena beberapa faktor, sehingga terbentuk keanekaragaman yang terpolakan dalam distribusinya, yang tergolong dalam dua aspek, yaitu spatial berdasarkan ruangan/tempat, yang disebabkan oleh faktor geografi dan/atau oleh faktor ekologi, serta temporal, dengan dimensi waktu. Faktor-faktor ini terserap ke dalam setiap spesies dan terkembang untuk membentuk ciri dan sifat masing-masing spesies Adisoemarto, 200588-91.Pola Distribusi Spatial GeografiKondisi geografi Indonesia memungkinkan tingginya tingkat keanekaragaman spesies fauna di negara ini. Dengan bentangan dari sisi timur Benua Asia sampai sisi barat Benua Australia Indonesia memiliki tiga kawasan fauna yang masingmasing mengandung kekhasannya. Region Oriental di sebelah barat, Region Australian di timur dan Kawasan Wallacea diantaranya telah membentuk keanekaragaman fauna yang tinggi tarafnya dan unik susunannya. Keberadaan ketiga kawasan ini juga merupakan keunikan, karena tiada satu pun negara di dunia yang memiliki lebih dari satu kawasan fauna, bahkan beberapa negara terletak di dalam satu kawasan. Perbedaan faktor dalam ekosistem di masing-masing region menyebabkan terjadinya keanekaragaman spesies yang menghuninya. Faktor-faktor yang telah diidentifikasi di antaranya adalah kendala lingkungan untuk mengkoloni suatu kawasan Acevedo et al. 2005, hukum pulau yang menentukan ukuran tubuh Lomolino 2005, gradasi ketinggian seperti yang terdapat pada artropoda tanah Jing et al. 2005, dan pengaruh faktor abiotik Pidwirny, 2001, yang meliputi kolonisasi dan pemapanan termasuk kepunahan lokal, serta uraian klasik mengenai distribusi geo-grafi biota Smith 2005. Secara lengkap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan binatang terdapat di ketiga kawasan tersebut, termasuk penggabungan faktor-faktor dari daratan Asia dan dari daratan Australia. Itulah sebabnya keanekaragaman binatang di ketiga kawasan tersebut sangat sebaran temporalBerbagai faktor dapat mendorong terjadinya keanekaragaman spesies dengan dimensi waktu/tempo. Dinamika populasi suatu spesies adalah salah satu ciri dalam keanekaragaman sebaran temporal Korpimäki 2005. Dalam konteks dimensi tempo, spesies mem-punyai kemampuan dalam hal a. Mengatasi pengaruh musuh alami dan ketersediaan pakan sebagai faktor pengatur Mengatasi invasi pemangsa asing dan kembalinya pemangsa Bervariasi secara alami dan tanggapan terhadap perubahan yang disebabkan oleh ulah manusia dalam ekosistem hutan dan ekosistem Seleksi habitat, pilihan diet dan mobilitas Keputusan reproduktif dalam lingkungan yang Mengatasi imuno kompentensi, parasit dan status Pentingnya visi ultraviolet dalam mencari pakan dan distribusi spatial dan distribusi temporal hanya dapat dikenal berdasarkan informasi taksonomi yang dikumpulkan dari spesies-spesies yang terlibat dalam pembentukan pola distribusi. Spesies-spesies penentu pola yang terbentuk mencerminkan kekhasan dan kekhususan keaneka-ragaman hayati di masing-masing pola keanekaragaman, yang pada taraf spesies terdiri atas tiga tingkatan, yaitu alpha, atau keanekaragaman spesies dalam satu habitat, beta,keanekaragaman spesies dalam dua habitat atau lebih, gamma, keanekaragaman spesies yang ada dalam suatu region yang lebih luas beberapa kawasan, dan global untuk seluruh dunia Lecture 10, 2001 dalam Hartoto, 200691Keanekaragaman dunia hewan cukup menarik berbagai para ahli. Indonesia, telah banyak ahli melakukan penelitian terhadap dunia hewan antara lain Alfred Russel Wallace Inggris yang telah melakukan penyelidikan mengenai flora dan fauna, Weber Jerman menyelidiki jenis ikan tawar, Sarasin Swiss menyelidiki hewan di Sulawesi, dan Dammerman Belanda menyelidiki jenis-jenis hewan di Pulau Jawa. Dari hasil penyelidika tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran fauna di Indonesia, antara lain Banowati, 2012135-137 Pengaruh Perubahan GeologisPerubahan gelgis yang terjadi pada masa lampau menyebabkan perubahan daratan dan laut telah banyak mempengaruhi persebaran jenis fauna tertentu. Laut merupakan penghambat persebaran fauna darat, ikan airtawar, serta jenis-jenis burung tertentu. Pada masa daratan Indonesia bagian barat masih bergabung menjadi satu dengan Benua Asia serta Indonesia bagian timur bergabung dengan Benua Australia zaman pleistosen, banyak fauna dari kedua benua tersebut yang menyebar di Indonesia. Fauna yang berasal dari Asia menyebar di Indonesia bagian barat, sedang fauna yang berasal dari Australia menyebar di Indonesia bagian Timur. Setelah berakhirnya zama es holosen maka sebagian daerah dangkalan Sunda dan Sahul digenangi air dan menjadi laut. Sejak peristiwa ini, penyebaran fauna juga terhenti kecuali fauna Keadaan Iklim suatu DaerahCurah hujandan temperatur, sangat berpengaruh terhadap dunia tumbuh-tumbuhan. Keadaan ini secara tidak langsung mempengaruhi jenis-jenis fauna tertentu. Oleh sebab itu, baik secara langsung maupun tidak langsung, keadaan iklim suatu daerah berpengaruh terhadap persebaran fauna, perkembangan, serta kelangsungan hidup hewan sangat tergantung pada tersedianya jenis pakan yang diperlukan, hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan di daerah setempat, terutama keadaan curah hujan dan Kegiatan ManusiaKegiatan manusia berperan dalam penyebaran fauna, baik melalui pembuatan keadaan lingkungan yang sesuai maupun dengan cara-cara lainnya. Makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi makin tampak sekali pengaruh tersebut. Misalnya dengan mendatangkan ternak ataupun unggas yang dipandang produktif dari negara lain untuk dikembangbiakkan di Indonesia, sehingga dapat diperoleh jenis-jenis unggul. Upaya bersifat untuk pembibitan, penyilangan, maupun manusia yang dimaksud pada paragraf di atas adalah kegiatan yang bersifat positif. Selain itu, ada pula kegiatan manusia yang berpengaruh negatif, misalnya perburuan terhadap jenis fauna tertentu, baik karena dianggap merugikan kehidupan manusia maupun ada sebab lain. Akibat dar kegiatan semacam ini menyebabkan perubahan penyebaran secara alamiah, dapat pula berakibat semakin berkurangnya jumlah populasi jenis fauna tertentu. Adanya usaha-usaha untuk melestarikan jenis fauna tertentu , terutama yang telah dianggap langka, merupakan upaya untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup yang makin lama tampak semakin rusak. Mahasiswa/Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung04 Februari 2022 0317Hallo Felis, kakak bantu jawab yaa Jawaban yang tepat adalah E. Australia dengan Oriental. Pembagian dunia menjadi enam kawasan fauna dibuat oleh Alfred Russel Wallace. Keenam kawasan atau zona menurut Wallace ini adalah Australis, Ethiopia, Oriental, Neartik, Paleartik dan Neotropik. Berdasarkan klasifikasi ini, Indonesia bagian barat termasuk zona Oriental, sementara Indonesia bagian timur termasuk zona Australis. a Zona Oriental pada wilayah Indonesia bagian barat dipengaruhi benua Asia. Wilayah ini terdiri dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan pulau kecil disekelilingnya, seperti Bangka, Belitung, Lingga, Madura dan Bawean. Fauna di daerah ini bersifat asiatis karena memiliki kesamaan dengan fauna di daratan benua Asia. Contoh fauna ini adalah gajah Sumatera, orangutan, badak Jawa, harimau Sumatera dan siamang. Fauna kelompok ini ditandai dengan binatang menyusui Mamalia yang berukuran besar. Pada wilayah ini banyak ditemukan primata. Selain siamang dan orangutan, juga terdapat lutung, bekantan dan owa. b Zona Australis pada wilayah Indonesia bagian timur memiliki fauna mirip dengan fauna benua Australia. Wilayah ini terdiri dari pulau Papua dan sekitarnya, seperti pulau Biak, dan kepulauan Raja Ampat. Fauna Australis di daerah ini memiliki kesamaan dengan fauna di daratan benua Australia. Contoh fauna ini adalah marsupalia mamalia berkantung seperti kanguru pohon. Binatang ini memiliki kekerabatan dengan marsupalia di Australia seperti kanguru dan koala. Selain marsupalia, di wilayah ini juga dapat ditemukan monotremata mamalia bertelur seperti echidna, yang berkerabat dengan platipus dari Australia. Dari jenis fauna burung, wilayah ini terkenal karena banyaknya burung berwarna-warni, seperti kakatua, kasuari, dan burung cendrawasih. Semoga membantu!

hewan di indonesia mencerminkan posisi diantara daerah biogeografi