Prosespembentukan tanah dimulai setelah ada bahan induk tanah yang merupakan hasil pelapukan batuan induk.Pembentukan tanah melibatkan empat kelompok proses, yaitu : 1. Penambahan (Addition) Proses penambahan dalam pembentukan tanah berupa masuknya material baru dalam profil tanah. Material baru dapat berasal dari sedimentasi partikel tanah
Curahhujan dan sinar matahari berperan penting dalam proses pelapukan fisik, kedua faktor tersebut merupakan komponen iklim. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor pembentuk tanah adalah iklim. Ada beberapa faktor lain yang memengaruhi proses pembentukan tanah, yaitu organisme, bahan induk, topografi, dan waktu.
Berdasarkanhal di atas ada beberapa hal menjadi catatan, yaitu: Tanah terbentuk dan berkembang dari proses alami. Adanya perbedaan profil tanah membentuk lapisan tanah. Adanya perbedaan yang menyolok antara sifat-sifat bahan induk dengan lapisan tanah yang terbentuk, terutama dalam hal sifat kimia, fisika dan biologis.
Prosesutama pembentukan regolith dan tanah yaitu melalui - 14253380 fauziyahtridiaoudagv fauziyahtridiaoudagv 06.02.2018 Geografi Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Proses utama pembentukan regolith dan tanah yaitu melalui C.pengangkatan D.mass wasting E.sedimentasi 1 Lihat jawaban Iklan
5tAD0. FAKTOR PEMBENTUK TANAH Syarat utama terbentuknya tanah ada dua yaitu 1 tersedianya bahan asal atau batuan induk, 2 adanya faktor-faktor yang mempengaruhi bahan induk Jenny, 1941. Bahan induk tanah berbeda dengan batuan induk. Bahan induk tanah merupakan bahan pelapukan hasil batuan induk dan bersifat lepas-lepas unconsolidated, sedangkan batuan induk bersifat padu. Faktor pembentuk tanah dikelompokkan menjadi faktor aktif dan faktor pasif. Faktor aktif dalam pembentukan tanah adalah iklim dan organisme tanah. Faktor pasifnya yaitu lokasi tempat terdapatnya bahan induk dan kurun waktu berlangsungnya pembentukan tanah. Faktor pembentukan tanah dapat diformulasikan sebagai berikut. S = I,T,B,O,W,M Keterengan S = Tanah Soil I = Iklim T = Topogrrafi B = Bahan induk O = Organisme W = Waktu M = Manusia Iklim Unsur iklim yang penting dalam pembentukan tanah adalah curah hujan, suhu dan kelembaban udara. Curah hujan, suhu dan kelembaban udara menentukan kelembaban dan suhu tanah yang menentukan watak pelapukan mineral-mineral yang ada dalam bahan induk tanah. Pengaruh iklim pada pembentukan tanah tidak berlangsung secara individual, namun berlangsung secara kompleks bersama-sama dengan faktor pembentuk tanah lain. Topografi Topografi atau sering juga disebut relief, analisir relief yang penting kaitannya dalam pembentukan tanah adalah sudut lereng dan tinggi tempat. Tinggi tempat memengaruhi suhu udara, semakin tinggi suatu tempat maka akan mempunyai suhu yang lebih rendah. Sudut lereng menentukan kesetimbangan antara limpasan permukaan dan infiltrasi. Analisir relief yang juga berpengaruh terhadap pembentukan tanah adalah hadap lereng serta posisi lereng terhadap wilayah sekitar arrangement. Hadap lereng merupakan faktor penting terutama pada wilayah lintang tinggi, karena menentukan intensitas penyinaran matahari. Posisi lereng pada suatu kawasan berpengaruh terhadap jumlah hujan dan jumlah air yang diterima. Bahan induk tanah Bahan induk tanah dapat berasal dari batuan induk yang langsung berada di bawahnya insitusoil parent materials, dapat pula berasal dari batuan induk yang lokasinya jauh dari lokasi keberadaan bahan induk tanah saat ini transported soil parent materials. Batuan induk dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu 1 batuan beku, 2 batuan sedimen, dan 3 batuan metamorf. Organisme Organisme merupakan faktor pembentuk tanah aktif bersama-sama dengan iklim. Peranan organisme sangat luas dalam pembentukan tanah, mulai dari penghancuran batuan melalui aksi akar tanaman tingkat tinggi hingga pembentukan hara oleh mikro organisme tanah. Keberadaan organisme tanah sangat terkait dengan kondisi iklim. Pada umumnya dibawah kondisi iklim yang sesuai unttuk pertumbuhan tanaman tingkat tinggi akan menjamin kehidupan organisme lain bak makro maupun mikro. Waktu Semua proses yang terjadi di permukaan bumi membutuhkan waktu untuk menghasilkan tingkatan pengaruh yang kasat mata. Semakin panjang kurun waktu berlangsungnya sebuah proses maka akibatnya kan semakin jelas terlihat. Manusia Manusia merupakan faktor pembentuk tanah yang aktif. Berbagai bentuka ktivitas yang dilakukan manusia di atas permukaan tanah dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya telah banayak memengaruhi proses pembentukan tanah. Bentuk-bentuk pemanfaatan sumber daya tanah oleh manusia yang memengaruhi proses pembentukan dan perkembanagn tanah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu manipulasi faktor pembentuk tanah aktif, dan manipulasi faktor pembentuk tanah pasif. Manipulasi faktor pembentuk tanah aktif dapat berupa pengaturan lengas tanah dan jenis vegetasi tanah. Manipulasi faktor pembentuk tanah pasif dapat berupa perubahan relief dan penambahan atau pengurangan bahan induk tanah. PROSES PEMBENTUKAN TANAH Proses pembentukan tanah didahului oleh penghancuran atau pelapukan batuan induk. Proses pelapukan batuan induk mencakup peluruhan dan dekomposisi yang menghasilkan regolith yang pada umumnya disebut proses destruktif. Proses pelapukan batuan induk yang menghasilkan bahan induk disebut sedimentasi pelonggokan bahan induk tanah. Pembentukan tanah sendiri dimulai dari longgokan bahan induk tanah hingga membentuk profil tanah. Proses pelapukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu 1 pelapukan mekanik peluruhan, dan 2 pelapukan kimia atau dekomposisi. Mekanik peluruhan menghasilkan partikel yang lebih halus, meliputi a. pembasahan dan pengeringan; b. pemanasan dan pendinginan; c. pengangkutan dan pengendapan redistribusi oleh air, es, dan angin; dan d. penekanan dan penghilangan tekanan. 2. Kimia dekomposisi menghasilkan senyawa baru, meliputi a. hidrolisis; b. hidratasi; c. karbonasi dan proses keasaman; d. oksidasi; dan e. pelarutan. Proses pembentukan tanah pedogenesis berbeda dengan proses pengendapan batuan geogenesis. Proses pembentukan tanah merupakan hasil interaksi yang komplek antara lima faktor pembentuk tanah. Pembentukan tanah melibatkan empat kelompok proses, yaitu 1 penambahan, 2 pengurangan, 3 translokasi perpindahan, dan 4 transformasi perubahan. Keempat kelompok proses pembentukan tanah inilah yang akan menghasilkan horison atau lapisan tanah yang khas.
Proses pembentukan tanah adalah perubahan dari bahan induk menjadi lapisan tanah. Perkembangan tanah dari bahan induk yang padat menjadi bahan induk yang agar lunak, Pada tahap ini batuan yang lapuk belum dikatakan sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah regolith . Regolith merupakan bahan utama dalam pembentukan tanah, dan disebut bahan induk. Bahan induk regolith tersebut juga mengalami pelapukan yang merupakan proses pembentukan tanah. selanjutnya berangsur-angsur menjadi tanah pada lapisan bawah subsoil dan lapisan tanah bagian atas topsoil, dalam jangka waktu lama sampai ratusan tahun hingga ribuan tahun. Perubahan-perubahan dari batuan induk sampai menjadi tanah karena batuan induk mengalami proses pelapukan, yaitu proses penghancuran karena iklim. Tahap pertama dari proses pembentukan tanah adalah proses pelapukan. Proses ini terjadi penghancuran dan pelembutan dari bahan induk tanpa perubahan susunan kimianya. Pelapukan dipengaruhi oleh faktor iklim yang bersifat merusak. Faktor-faktor iklim yang turut menentukan adalah sinar matahari, perbedaan temperatur antara siang dan malam, keadaan musim kemarau dan musim penghujan. Pada awalnya batuan pecah dalam bentuk pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral penyusunnya. Selanjutnya oleh adanya air, asam dan senyawa-senyawa yang larut dalam air, pecahan-pecahan bantuan dan mineral ini menjadi lunak dan terurai ke dalam unsur-unsur penyusunnya. Dari bahan-bahan sisa penguraian dan senyawa kembali membentuk mineral-mineral baru. Nah, proses pelapukan ini menjadi awal terbentuknya tanah. Pelapukan digolongkan dalam tiga bentuk Pelapukan kimia dekomposisi Pelapukan fisik sering disebut juga alterasi yakni proses pemecahan dan pelembutan batuan tanpa mengalami perubahan susunan kimia dan tidak ada pembentukan mineral baru. Pelapukan kimia dekomposisi adalah proses pelapukan dan penguraian pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral ke dalam unsur-unsur penyusunnya yang biasa disertai dengan pembentukan mineral-mineral baru. Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan kegiatan tanaman dan hewan, baik yang tingkat tinggi maupun yang tingkat rendah. Dalam proses pemecahan batuan induk menjadi tanah terjadi aktivitas hidup organisme. Bakteri autotrof dan lumut-lumut pada waktu mati menjadi bahan organik bagi kehidupan organisme yang lain. Tumbuhan tingkat tinggi berperan dengan aktivitas akar-akarnya masuk dicelah-celah retakan batuan dan seterusnya. Proses terbentuknya tanah selanjutnya adalah proses pembentukan profil tanah Profil tanah merupakan suatu iris dan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang, dan lebar serta kedalam tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan penelitian. Tanah merupakan tubuh alam yang terbentuk dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam natural forces Terhadap proses pembentukan mineral, serta pembentukan dan pelapukan bahan-bahan koloid Hakim,dkk. 1982. Hasil pelapukan batuan-batuan yang bercampur dengan sisa batuan dari organism yang hidup diatasnya. Selain itu, terdapat pula udara dan air di dalam tanah. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ketempat lain, disamping pencampuran bahan organic didalam proses pembentukan tanah, terbentuk pula lapisan-lapisan tanah, Pengenalan profil tanah secara lengkap meliputi sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pengenalan ini penting dalam hal mempelajari pembentukan dan klasifikasi tanah dengan pertumbuhan tanaman serta kemungkinan pengolahan tanah yang lebih tepat. Adapun faktor-faktor pembentuk tanah, maka potensi untuk membentuk berbagai jenis tanah yang berbeda amat besar, Foth. 1999. Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar serta kedalam tertentu sesuai denagb keadaan tanah dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam natural force, Hakim. 1982.Profil dari tanah mineral yang telah berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-horizon sebagai berikut ; O-A-E-B-C-R. Horizon O merupakan horizon yang terdiri dari bahan serasah atau sisa-sisa tanaman Oi dan bahan organik tanah hasil dekomposisi serasah Oa. Horizon A adalah horizon mineral berbahan organik tanah BOT tinggi sehingga berwarna agak gelap. Horizon E adalah bahan horizon mineral yang telah tereloviasi tercuci sehingga kadar BOT, liat siikat, Fe dan Al rendah tetapi kadar pasir dan debu kuarsa seskuoksida dan mineral resisten lainnya tinggi serta berwarna terang. Horizon B adalah horizon eluviasi yaitu horizon akumulasi bahan eluvial dari horizon di atasnya. Horizon C adalah lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk atau belum terjadi perubahan secara kimiawi. Horizon R adalah bahan induk tanah. Dan tiap horizon pun dapat dibedakan berdasarkan warna, tekstur, struktur dan sifat morfologis lainnya. Sebelumnya kita harus mengetahui apa itu lapisan tanah. Lapisan tanah adalah formasi yang dibentuk oleh berbagai lapisan dalam, yang secara spesifik dapat dibedakan secara geologi, kimiawi, dan biologi, termasuk proses pembentukannya. Horizon adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan berbeda dengan lapisan yang berdekatan. Biasanya setiap horizon dilambangkan dengan huruf-huruf dan setiap horizon mempunyai cirri-ciri dan kekhasannya yang membedakan dengan horizon lain. Pembentukan tanah di bagi menjadi empat tahap Batuan yang tersingkap ke permukaan bumi akan berinteraksi secara langsung dengan atmsosfer dan hidrosfer. Pada tahap ini lingkungan memberi pengaruh terhadap kondisi fisik. Berinteraksinya batuan dengan atmosfer dan hidrosfer memicu terjadinya pelapukan kimiawi. Setelah mengalami pelapukan, bagian batuan yang lapuk akan menjadi lunak. Lalu air masuk ke dalam batuan sehingga terjadi pelapukan lebih mendalam. Pada tahap ini di lapisan permukaan batuan telah ditumbuhi calon makhluk hidup. Pada tahap ke tiga ini batuan mulai ditumbuhi tumbuhan perintis. Akar tumbuhan tersebut membentuk rekahan di lapisan batuan yang ditumbuhinya. Di sini terjadilah pelapukan biologis. Di tahap yang terakhir tanah menjadi subur dan ditumbuhi tanaman yang ralatif besar. Sumber
proses utama pembentukan regolith dan tanah yaitu melalui